Perbandingan Metode Pembelajaran Konvensional dengan Metode Pembelajaran Hyphnoteaching

Bandingkan Pembelajaran konvensional dengan Pembelajaran Hypnoteaching
BAB I
PENDAHULAUN
I. Latar Belakang
Dunia pendidikan kita sekarang membutuhkan perhatian khusus agar tetap sesuai dengan tujuan pendidikan. Salah satu faktor yang penting adalah metode pembelajaran yang digunakan oleh para pengajar. Seorang pengajar dituntut untuk menguasai metode-metode pembelajaran yang ada untuk dapat membawa peserta didikanya menghasilakn output yang maksimal.
Pembelajaran di Indonesia selama ini banyak pengajar yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dalam proses mengajar. Yaitu metode pembelajaran dengan cara ceramah dimana peran guru di sini aktif dan peserta didik cenderung pasif. Beberpa pakar mengatakan metode tersebut tidak layak dipakai lagi, sekarang sudah ada metode yang di anggap lebih bagus. Metode yang dimaksud yaitu metode pembelajaran hypnoteaching. Yaitu metode pembelajaran yang penyampaian materinya menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar, yang mampu memunculkan ketertarikan tersendiri pada setiap peserta didik. Dengan ini kita bandingkan kedua metode pembelajaran tersebut. Sehingga kita dapat menentukan metode mana yang tepat digunakan dalam proses pembelajaran.
II. Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut maka rumusan masalah yang muncul adalah:
1. Apakah yang dimaksud dengan metode pembelajaran konvesional dan metode pembelajaran hypnoteaching?
2. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode pembelajaran konvesional dan hypnoteaching?
III. Manfaat Penulisan
Manfaat yang diperoleh dari penulisan ini adalah:
1. Mengetahuai apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran konvesional dan metode pembelajaran hypnoteaching.
2. Mengetahui Apa kelebihan dan kekurangan dari metode pembelajaran konvesional dan hypnoteaching.














BAB II
PEMBAHASAN
I. Metode Pembelajaran Konvesional
Salah satu model pembelajaran yang masih berlaku dan sangat banyak digunakan oleh guru adalah model pembelajaran konvensional. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Jawa Tengah hampir 80% guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Walaupun pembelajaran ini banyak di kritik tapi metode inilah yang paling banyak di gunakan oleh pengajar dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran konvensional mempunyai beberapa pengertian menurut para ahli, diantaranya:
Djamarah (1996) metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan, serta pembagian tugas dan latihan.
Freire (1999) memberikan istilah terhadap pengajaran seperti itu sebagai suatu penyelenggaraan pendidikan ber-“gaya bank” (banking concept of education). Penyelenggaraan pendidikan hanya dipandang sebagai suatu aktivitas pemberian informasi yang harus “ditelan” oleh siswa, yang wajib diingat dan dihafal
Depdiknas, Dalam pembelajran konvensional, cenderung pada belajar hafalan yang mentolerir respon-respon yang bersifat konvergen, menekankan informasi konsep, latihan soal dalam teks, serta penilaian masih bersifat tradisional dengan paper dan pencil test yang hanya menuntut pada satu jawaban benar. Belajar hafalan mengacu pada penghafalan fakta-fakta, hubungan-hubungan, prinsip, dan konsep.
Di sini terlihat bahwa proses pembelajaran yang lebih banyak didominasi gurunya sebagai “pen-transfer” ilmu, sementara siswa lebih pasif sebagai “penerima” ilmu.
Institute of Computer Technology (2006:10) menyebutnya dengan istilah “Pengajaran tradisional”. Dijelaskannya bahwa pengajaran tradisional yang berpusat pada guru adalah perilaku pengajaran yang paling umum yang diterapkan di sekolah-sekolah di seluruh dunia.
Pengajaran model ini dipandang efektif atau mempunyai keunggulan, terutama:
a. Berbagi informasi yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
b. Menyampaikan informasi dengan cepat.
c. Membangkitkan minat akan informasi.
d. Mengajari siswa yang cara belajar terbaiknya dengan mendengarkan.
e. Mudah digunakan dalam proses belajar mengajar.
Namun demikian pendekatan pembelajaran tersebut mempunyai beberapa kelemahan sebagai berikut:
a. Tidak semua siswa memiliki cara belajar terbaik dengan mendengarkan.
b. Sering terjadi kesulitan untuk menjaga agar siswa tetap tertarik dengan apa yang dipelajari.
c. Pendekatan tersebut cenderung tidak memerlukan pemikiran yang kritis.
d. Pendekatan tersebut mengasumsikan bahwa cara belajar siswa itu sama dan tidak bersifat pribadi.
e. Kurang menekankan pada pemberian keterampilan proses (hands-on activities).
f. Pemantauan melalui onservasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung.
g. Para siswa tidak mengetahui apa tujuan mereka belajar pada hari itu.
h. Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas.
i. Daya serapnya rendah dan cepat hilang karena bersifat mwnghafal.
Secara umum ciri-ciri pembelajaran konvensional adalah:
1. Siswa dalah penerima informasi secara pasif, dimana siswa menerima pengetahuan dari guru dan pengetahuan diasumsikan sebagai badan dari informasi dan keterampilan yang dimiliki keluaran sesuai dengan standar.
2. Belajar secara individual.
3. Pembelajran sangan abstrak dan teoritis,
4. Perilaku dibangun atas kebiasaan,
5. Kebenaran bersifat absolute dan pengetahuan bersifat final.,
6. Guru adalah penetu jalannya proses pembelajaran,
7. Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik.
8. Interaksi di antara siswa kurang,
9. Tidak ada kelompok-kelompok kooperatif
10. Keterampilan sosial sering tidak secara langsung diajarkan.
11. Pemantauan melalui onservasi dan intervensi sering tidak dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung.
12. Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar
II. Metode Pembelajaran Hypnoteaching
Menyajikan materi pelajaran dengan sebuah teknik yang diistilahkan dengan “hypnoteaching”. Yaitu menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi. Siswa akan memperhatikan dan enggan untuk berpaling.
Untuk melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana.
Berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang menguasai hypnoteaching. Langkah-langkah tersebut adalah :

1. Niat dan motivasi dalam diri.
Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang di tekuni. Mari, lakukan sesuatu yang kita yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri kita. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.
2. Pacing.
Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa.
Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul / berinteraksi dengan sejenisnya / memiliki banyak kesamaan”. Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya.Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik.

Cara-cara melakukan pacing pada siswa:
 Bayangkan kita adalah seusia siswa-siswa kita. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa kita pada masa sekarang. Bukan pada saat kita masih sekolah dulu.
 Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa kita. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa.
 Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan kita.
 Sangkutkan tema pelajaran yang kita bawakan dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa kita.
 Selalu update pengetahuan kita tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa.
Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran kita telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa kita merasa nyaman untuk bertemu dengan kita.
3. Leading.
Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing kita lakukan. Setelah melakukan pacing, maka siswa akan merasa nyaman dengan kita. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang kita ucapkan atau tugaskan pada siswa , maka siswa akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia. Sesulit apapun materinya, maka pikiran bawah sadar siswa akan menangkap materi pelajaran kita adalah hal yang mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang.
4. Gunakan kata positif.
Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negative. Yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative.
5. Berikan pujian.
Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.
6. Modeling.
Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan kita. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada kita dimantapkan dengan perilaku kita yang konsisten dengan ucapan dan ajaran kita. Sehingga kita selalu menjadi figure yang dipercaya.
Tips untuk Hypnoteaching
Tips 1: Kuasai Materi Secara Komprehensif
Penguasaan materi sanngat esensial untuk dapat melaksanakan tugas mengajar dengan baik dan menarik. Jika kita menguasai secara komprehensif, tentu akan mampu memberikan contoh, analogi, ilustrasi yang beragam dan sesuai dengan konteks serta dapat menyesuaikan dengan latar belakang audiens.
Tips 2: Libatkan Peserta Secara Aktif
Menyiapkan pembelajaran agar siswa terlibat aktif. Memikirkan strategi pembelajaran aktif seperti ini bukan perkara mudah, tapi secara kreatif mutlak kita lakukan
Tips 3: Upayakan untuk Melakukan Interaksi Informal dengan siswa
Kadang-kadang guyon, atau berbincang di sela-sela istirahat atau sebelum memulai materi sangat penting untuk mencairkan suasana. Dan tidak hanya itu, akan membangkitkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.
Tips 4: Beri Kesempatan Peserta Kewenangan dan Tanggung Jawab atas Belajarnya
Siswa akan termotivasi jika mereka diberi kewenangan untuk menentukan sendiri cara belajarnya.
Tips 5: Yakini Bahwa Manusia Belajar dengan Cara yang Berbeda Satu Sama lain
Dengan demikian, jangan perlakukan semua peserta dengan cara yang sama. Implikasinya adalah laksanakan tips 2 dan 4 di atas.
Tips 6: Yakinkan Peserta Bahwa Mereka Mampu
. Harus yakin bahwa tugas yang kita berikan memang bisa dilakukan dan mereka merasa puas dengan hasil yang telah dilakukannya.
Tips 7: Beri Kesempatan kepada Peserta untuk Melakukan sesuatu Secara Kolaboratif atau Kooperatif
Hal tersebut akan meningkatykan motivasi dan kemenarikan pembelajaran karena ada sedikit kompetisi, apalagi kalau mereka diberi kesempatan untuk saling berbagi ide, pengalaman, argumen secara bebas tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lain.
Tips 8: Upayakan Materi yang Disampaikan Kontekstual
Kita harus pandai pandai mengaitkan materi yang diajarkan dengan pengetahuan awal siswa.
Tips 9: Berikan Umpan Balik Segera dan bersifat Deskriptif
Hal ini akan membantu mereka manyadari sudah sejauh mana perkembangan pemehaman atau penguasaan mereka terhadap pengetahuan, keterampilan atau sikap tertentu.

Tips 10: Tingkatkan Jam Terbang
Tidak ada yang bisa mengalahkan pengalaman.
Hypnoteaching merupakan gabungan dari lima metode belajar mengajar seperti quantum learning, accelerate learning, power teaaching, Neuro-LinguisticProgramming (NLP) dan hypnosis. “Alam bawah sadar lebih besar dominasinya terhadap cara kerja otak.
Kelebihan dari pembelajaran hypnoteaching:
a. Proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan ada interaksi yang baik antara guru dan siswa
b. Siswa dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya
c. Proses pemberian ketrampilan banyak diberikan disini
d. Proses pembelajarannya lebih beragam
e. Siswa dapat dengan mudah menguasai materi, karna termotivasi lebih untuk belajar
f. Pembelajaran bersifat aktif
g. Pemantauan terhadap peserta didik lebih intensif
h. Siswa dibiarkan berimajinasi dan berfikir kreatif
i. Siswa akan melakukan pembelajaran dengan senang hati
j. Daya serapnya lebih cepat dan lebih bertahan lama, karena siswa tidak menghafal
k. Perhatian siswa akan tersedot penuh terhadap materi
Kekurangan dari pembelajaran hypnoteaching:
1. Metode ini belum banyak digunakan oleh para pengajara di Indonesia
2. Banyaknya siswa yang ada disebuah kelas, menyebabkan kurangnya waktu dari guru untuk memberi perhatian satu per satu peserta didiknya.
3. Perlu pembelajaran agar guru bisa melakukan Hypnoteaching
4. Tidak semua pengajar menguasai metode ini.
5. Kurangnya sarana dan prasarana yang ada disekolah

BAB III
PENUTUP
Simpulan
Pengajar saat ini dituntut untuk dapat menguasai berbagai model-model pembelajaran. Sehingga akan mengetahui sebaiknya menggunakan metode-metode apa dalam proses pembelajaran. Agar siswa atau peserta didik nyaman dengan kondisi pembelajaran dan menghasilkan output yang maksimal.
Metode yang banyak digunkan sampai saat ini adalah metode konvensional. Metode yang dalam penyampaian materinya dengan cara ceramah. Kondisi ini membuat guru lebih bersifat aktif, sedangkan peserta didik bersifat pasif karna hanya duduk dan mendengarkan penjelasan guru. Metode yang dianggap lebih baik dari metode konvensional adalah metode pembelajaran hypnoteaching. Dimana penyampaian materi menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Dengan metode ini membuat siswa atau peserta didik lebih tertarik pada pelajaran dan mengembangkan kreatifitasnya
Metode hypnoteaching bagus di terapakan dalam pendidikan, karena dapat membuat siswa lebih termotivasi dan senang dengan pelajaran. Siswa dapat mengingat pelajaran dan berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Semoga dengan ini dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Daftar Pustaka
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASHacea/7c4d72ac.dir/doc.pdf
http://xpresiriau.com
http://mediasugesti.blogspot.com/2008/11/hypnoteaching-2.html
http://www.kompasiana.com
www.mediasugesti.blogspot.com

Nama :Tri Astuti
Nim :1102409033
Semester :2
MK :Teori Belajar

2 komentar:

Eriko Synyster Munthe said...

nice post sistaa!!!

saya sedang mencari referensi untuk skripsi saya yang mungkin akan menggunakan topik Hynoteaching...

thanks!!!

iyas teknodik said...

sama-sama brotha,,,
senang bisa berbagi..
kalau ada ilmu baru yang di dapat share with me yah brotha...